Perkembangan konsep pengukuran kinerja
portofolio terjadi pada akhir tahun 60an yang dipelopori oleh Wiliam Sharpe,
Trenor. Pengukuran kedua kinerja tersebut adalah sebagai berikut:
A. Ukuran
Kinerja Sharpe
Salah
satu metode yang digunakan untuk membandingkan kinerja portofolio dengan
menggunakan konsep dari Garis Pasar Modal/ Capital Market Line (CML) atau
lebih dikenal dengan istilah Reward to Variability Rasio (RVAR). Dimana Sharpe
menyatakan series kinerja portofolio dihitung merupakan hasil bersih dari
portofolio dengan tingkat bunga bebas risiko per unit risiko dengan diberi
simbol Sp.
Indeks kinerja Sharpe dihitung dengan formula sebagai berikut :
Sp = Rp-Rf
Σp
Keterangan:
Sp =
indeks kinerja Sharpe.
Rp =
return portofolio atau tingkat pengembalian pasar.
Rf =
return bebas risiko tingkat bunga bebas risiko.
σp =
total risiko yaitu hasil jumlah dari risiko sistematik dan risiko unsistematik.
Jika portofolio sangat diversifikasi maka total risiko hampir sama dengan
risiko sistematik dikarenakan risiko unsistematik mendekati nol. Hal ini juga
dapat disebut bila portofolio sama dengan portofolio pasar maka total risiko
sama dengan risiko sistematis atau risiko pasar atau dapat disebut dengan beta.
B. Ukuran
Kinerja Treynor Treynor sebagai salah satu indeks yang digunakan untuk
mengukur kinerja portofolio, Treynor mengansumsikan bahwa portofolio
sangat diversifikasi dikenal dengan istilah Reward to Valatility Ratio (RVOR).
Oleh karenanya indeks Treynor menyatakan series kinerja portofolio
dihitung merupakan hasil bersih dari portofolio dengan tingkat suku bunga bebas
risiko per unit risiko pasar portofolio tersebut dengan diberi simbol Tp.
Indeks kinerja Treynor dihitung dengan formula berikut :
Tp= Rp-Rf
Βp
Keterangan:
Tp
=
indeks kinerja Treynor.
Rp
=
return portofolio atau tingkat pengembalian pasar.
Rf
=
return bebas risiko tingkat bunga bebas risiko.
βp
=
risiko pasar dari portofolio atau risiko sistematik portofolio.
Dalam menghitung indeks Treynor ini
maka asumsi yang harus diperhatikan bahwa hasilnya memberikan evaluasi pada
satu periode, karena tingkat pengembalian portofolio dan risiko membutuhkan
periode yang panjang. Bila periode yang dipergunakan cukup pendek maka risiko
yang dihitung dengan beta memberikan hasil yang tidak wajar atau tidak
representatif. Disamping itu asumsi normalitas dari tingkat pengembalian perlu
juga diperhatikan.
C. Indeks jansen
Dinamakan
sesuai pembuatnya, Michael C. Jensen, pengukuran Jensen memperhitungkan
kelebihan hasil (excess return) yang diperoleh sebuah
portofolio melebihi hasil yang diharapkan. Indeks Jensen menunjukkan perbedaan
antara tingkat return aktual yang diperoleh portofolio dengan tingkat return yang
diharapkan jika portofolio tersebut berada pada garis pasar modal. Pengukuran
Jensen membutuhkan penggunaan tingkat hasil bebas risiko yang berbeda untuk
masing-masing interval waktu yang
dipertimbangkan. Hal ini dikarenakan (seperti telah disebutkan sebelumnya
bahwa) masing-masing tingkat hasil dan risiko sekuritas (atau portofolio) akan
bervariasi sesuai periode waktu. Pengukuran Jensen akan memberikan hasil
terbaik jika diaplikasikan pada portofolio yang telah terdiversifikasi seperti
reksa dana rumus dari indeks Jansen adalah :
E(Rp)
= Rf + [E(RM) - Rf
] / β p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar