Selasa, 29 September 2015

Pengukuran Kinerja Portofolio


Perkembangan konsep pengukuran kinerja portofolio terjadi pada akhir tahun 60an yang dipelopori oleh Wiliam Sharpe, Trenor. Pengukuran kedua kinerja tersebut adalah sebagai berikut:
A.     Ukuran Kinerja Sharpe
Salah satu metode yang digunakan untuk membandingkan kinerja portofolio dengan menggunakan konsep dari Garis Pasar Modal/ Capital Market Line (CML) atau lebih dikenal dengan istilah Reward to Variability Rasio (RVAR). Dimana Sharpe menyatakan series kinerja portofolio dihitung merupakan hasil bersih dari portofolio dengan tingkat bunga bebas risiko per unit risiko dengan diberi simbol Sp. Indeks kinerja Sharpe dihitung dengan formula sebagai berikut :
Sp = Rp-Rf
            Σp



Keterangan:
 Sp = indeks kinerja Sharpe.
 Rp = return portofolio atau tingkat pengembalian pasar.
 Rf = return bebas risiko tingkat bunga bebas risiko.
 σp = total risiko yaitu hasil jumlah dari risiko sistematik dan risiko unsistematik. Jika portofolio sangat diversifikasi maka total risiko hampir sama dengan risiko sistematik dikarenakan risiko unsistematik mendekati nol. Hal ini juga dapat disebut bila portofolio sama dengan portofolio pasar maka total risiko sama dengan risiko sistematis atau risiko pasar atau dapat disebut dengan beta.

B.     Ukuran Kinerja Treynor Treynor sebagai salah satu indeks yang digunakan untuk mengukur kinerja portofolio, Treynor mengansumsikan bahwa portofolio sangat diversifikasi dikenal dengan istilah Reward to Valatility Ratio (RVOR). Oleh karenanya indeks Treynor menyatakan series kinerja portofolio dihitung merupakan hasil bersih dari portofolio dengan tingkat suku bunga bebas risiko per unit risiko pasar portofolio tersebut dengan diberi simbol Tp. Indeks kinerja Treynor dihitung dengan formula berikut :
Tp= Rp-Rf
         Βp

Keterangan:
Tp = indeks kinerja Treynor.
Rp = return portofolio atau tingkat pengembalian pasar.
Rf = return bebas risiko tingkat bunga bebas risiko.
βp = risiko pasar dari portofolio atau risiko sistematik portofolio.
Dalam menghitung indeks Treynor ini maka asumsi yang harus diperhatikan bahwa hasilnya memberikan evaluasi pada satu periode, karena tingkat pengembalian portofolio dan risiko membutuhkan periode yang panjang. Bila periode yang dipergunakan cukup pendek maka risiko yang dihitung dengan beta memberikan hasil yang tidak wajar atau tidak representatif. Disamping itu asumsi normalitas dari tingkat pengembalian perlu juga diperhatikan.

C.     Indeks  jansen
Dinamakan sesuai pembuatnya, Michael C. Jensen, pengukuran Jensen memperhitungkan kelebihan hasil (excess return) yang diperoleh sebuah portofolio melebihi hasil yang diharapkan. Indeks Jensen menunjukkan perbedaan antara tingkat return aktual yang diperoleh portofolio dengan tingkat return yang diharapkan jika portofolio tersebut berada pada garis pasar modal. Pengukuran Jensen membutuhkan penggunaan tingkat hasil bebas risiko yang berbeda untuk masing-masing interval waktu yang dipertimbangkan. Hal ini dikarenakan (seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa) masing-masing tingkat hasil dan risiko sekuritas (atau portofolio) akan bervariasi sesuai periode waktu. Pengukuran Jensen akan memberikan hasil terbaik jika diaplikasikan pada portofolio yang telah terdiversifikasi seperti reksa dana rumus dari indeks Jansen adalah :
                           E(Rp) = Rf  +  [E(RM) - Rf ] / β p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar